tuliskan ciri sistem politik otokrasi tradisional
Ciriciri Sistem Politik Otokrasi Tradisional adalah sebagai berikut. Tidak ada persamaan, tetapi stratifikasi ekonomi. Kebebasan individu kurang dan lebih menekankan perilaku kelompok kecil berdasar hubungan kekerabatan. Adanya sistem primordial yang kuat seperti agama, suku bangsa, dan ras.
Adapunkelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut: 1. Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional. Hubungan antar individua di masyarakat masih sangat kuat dan saling tolong-menolong. Tidak terdapat kesenjangan ekonomi antara yang miskin dan yang kaya karena pendapatannya cenderung merata.
Otokrasi- Pengertian, Prinsip, Ciri Ciri Contoh Dalam Politik. Otokrasi merupakan salah satu dari jenis sistem pemerintahan yang ada di Indonesia, sama halnya dengan sistem pemerintahan demokrasi, monarki atau pun oligarki. Otokrasi memiliki prinsip dan ciri cici yang dapat membedakannya dengan sistem pemerintahan lainnya.
Ciriciri Sistem Politik Otokrasi: 1. Tidak ada ideologi politik yang dominan. 2. Satu partai politik dominan sebagai partai pelopor, sedang lainnya adalah partai-partai kecil pelengkap. 3. Pembatasan terhadap kompetisi. Partai-partai kecil ditekan dan dikerdilkan, partai besar/ dominan (partai pemerintah) didukung dan difasilitasi. 4.
MACAMMACAM SISTEM POLITIK YANG DIGUNAKAN. 1. Sistem politik otokrasi tradisional. 2. Sistem politik otoriter. Militer menjadi pengayom untuk hamper semua kegiatan politik (organisasi/ormas) dimana struktur militer ikut mengawasi brokrasi pemerintahan. 3. Sistem politik totaliter. 4.
Mann Sucht Kontakt Zu Anderen Frauen. Ciri-Ciri Sistem Politik Otokrasi Tradisional, Totaliter dan Demokrasi ~ Ciri-Ciri Sistem Politik Otokrasi Tradisional, Totaliter dan Demokrasi menurut Ramlan Surbakti dalam buku Memahami Ilmu Politik 1992 adalah sebagai berikut. Ciri-ciri Sistem Politik Otokrasi Tradisional adalah sebagai berikut. Tidak ada persamaan, tetapi stratifikasi ekonomi. Kebebasan individu kurang dan lebih menekankan perilaku kelompok kecil berdasar hubungan kekerabatan. Adanya sistem primordial yang kuat seperti agama, suku bangsa, dan ras. Kekuasaan bersifat pribadi raja, negatif, dan bersifat konsensus. Kewenangan bersumber pada tradisi atau keturunan. Selanjutnya, Sistem Politik Totaliter dibedakan menjadi dua, yaitu sistem politik komunis dan sistem politik fasis. Ciri-ciri Sistem Politik Totaliter adalah sebagai berikut. Pengaturan masyarakat secara menyeluruh atas dasar tertentu dengan kelompok kecil penguasa yang memonopoli kekuasaan. Penggunaan sistem mobilisasi massa untuk membentuk masyarakat baru yang akan melaksanakan kebijakan. Penempatan individu di bawah kehendak dari partai tunggal yang mengatasnamakan bangsa dan negara. Dan yang terakhir ialah Ciri-ciri Sistem Politik Demokrasi adalah memelihara keseimbangan antara konflik dan konsensus, misalnya perbedaan pendapat, persaingan, dan pertentangan antara individu dengan pemerintah, dan lain-lain. Baca juga Prinsip-Prinsip Sistem Politik Diktator Otoriter Prinsip-Prinsip Sistem Politik Demokrasi PengertianSistem Politik Klasifikasi Sistem Politik
Di dalam masing-masing negara menggunakan sistem politik yang berbeda-beda, dari masing-masing sistem tersebut memiliki kelebihan serta kekurangannya yang berbeda-beda. Namun, di negara Indonesia menggunkan sistem politik demokrasi. Untuk lebih rincinya perhatikan penjelasan berikut. Macam-Macam Sistem Politik Menurut Para AhliJenis-Jenis Sistem Politik menurut Almond PowelJenis-Jenis Sistem Politik menurut Samuel HuntingtonJenis-Jenis Sistem Politik menurut Frend W. Riggs1. Sistem Politik Asepali2. Sistem Politik Prosepali3. Sistem Politik Ortosepali4. Sistem Politik Heterosepali5. Sistem Politik Metasepali6. Sistem Politik SuprasepaliMacam-Macam Sistem Politik Secara Umum1. Sistem Politik Otokrasi Tradisional2. Sistem Politik Totaliter3. Sistem Politik Sistem Politik Oligarki5. Sistem Politik Demokrasi Macam-Macam Sistem Politik Menurut Para Ahli Setiap sistempolitik mempunyai strategi masing-masing. Sehingga, sebuah sistem politik mempunyai banyak penggolongan yang dikemukakkan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut Jenis-Jenis Sistem Politik menurut Almond Powel Di dalam bukunya yang berjudul “Comparative politik Syistem, Process, and Policy”, Almond Powel membagi sistem politik dalam tiga jenis, yaitu; Sistem primitif yang intermittent, sistem ini menggambarkan adanya sebuah kultur yang samar-samar serta bersifat agam. Sistem politik tradisional, dengan bentuk-bentuk yang bersifat pemerintahan politik yang amana antara satu dengan yang lain berbeda serta sebuah kultur subjek. Sistem politik modern, di dalam sistem ini terdapat bentuk-bentuk politik bermacam-macam yang tumbuh dan menggambarkan kegiatan kultur politik partisipan. Baca juga Pengertian Kekuasaan Legislatif, Tugas Dan Wewenangnya Jenis-Jenis Sistem Politik menurut Samuel Huntington Di dalam bukunya yang berjudul “The Clash of Civilizations and The Remaking of Word Order”, Samuel Huntington membedakan sistem politik dengan menggunakan acuan pada pemegang jabatan negara serta hasil dari penggunaan jabatan tersebut. Menurut Samue Huntington sistem politik dibagi atas Sistem Politik Demokrasi. Golongan yang berkuasa terdiri atas banyak orang dan jabatan negara tersebut terbatas dalam aspek-aspek tertentu serta beberapa masyarakat mempunyai kebebasan dalam merencanakan kehidupannya sendir. Sistem Politik Non Demokrasi. Golongan yang memiliki keuasaan terdiri atas beberapa individu atau sekelompok orang serta jabatan negara yang melingkupi semua dimensi kehidupan negara serta masyarakat. Struktur politik ini melingkupi monarki absolut, kediktatoan/otoriter, rezim militer, serta rezim komunis. Jenis-Jenis Sistem Politik menurut Frend W. Riggs Di dalam bukunya yang berjudul “A Criique of Red W. Rigg’s Public Administration”. Frend W. Riggs membagi sistem politik dengan menggunakan acuan pada empat institusi yang utama dalam sistem politik, ialah eksekutif, borikrasi, legislatif, dan partai politik. Berlandaskan hal tersebut, sitem politik dibedakan menjadi enam, yaitu antara lain 1. Sistem Politik Asepali Sistem Politik Asepali merupakan sebuah sistem yang tidak mempunyai eksekutif, legislatif, birokratif, serta sistem kepartaian. Baca juga Pelaksanaan Sistem Demokrasi Pancasila Di indonesia 2. Sistem Politik Prosepali Sistem Politik Prosepali merupakan sistem yang tidak mempunyai legislatif, birokrasi, serta sistem kepartaian, namun masih mempunyai eksekutif 3. Sistem Politik Ortosepali Sistem Politik ortosepali merupakan sistem politik yang tidak mempunyai legislatif serta sistem kepartaian, namun mempunyai eksekutif dan birokrasi 4. Sistem Politik Heterosepali Sistem politik Heterosepali merupakan sistem politik yang tidak mempunyai sistem kepartaian, namun mempunyai eksekutif, legislatif, serta birokrasi. 5. Sistem Politik Metasepali Sistem Politik Metasepali merupakan sitem politik yang dipunyai oleh eksekutif, legislatif, birokrasi, serta sistem kepartaian. 6. Sistem Politik Suprasepali Sistem Politik Suprasepali merupakan sistem politik yang mempunyai eksekutif, legislatif, birokrasi, serta sistem kepartaian, beserta dengan badan-badan nerara lainnya. Macam-Macam Sistem Politik Secara Umum Beranjak dari para tokoh diatas, dapat kita simpulkan bahwa sistem politik secara umum jenis-jenis sistem politik dapat dapat dibedan menjaI 1. Sistem Politik Otokrasi Tradisional Sistem politik otokrasi tradisional merupakan bentuk politiknya memiliki cir-ciri sebagai berikut Dipilih atas dasar tradisi Adanya kelas-kelas dalam hal ekonomi, nilai serta moral Pemimpin menjadi sebuah badan kebersamaan Lebih menekankan terhadap kolektivisme yang dilandaskan pada kekerabatan dibandingkan dengan individualisme Kebebasan individu dalam kelompok kurang dihargai dan lebih mementingkan keinginan dari golongan kecil penguasa Baca juga Pengertian Konstitusi bagi Negara, Unsur-Unsur, Dan Pembuatannya Seorang yang memimpin dari sistem otokrasi tradisonal ini adalah seorang sultan, raja, atau emi yang memiliki kekuasaan nyata bukan hanya simbolis. Pemimpin dipilih berdasan kan turun temurun, dan peraturan negara dibentuk oleh segolongan kecil dari penguasa tersebut tanpa adanya aspirasi dari masyarakat. 2. Sistem Politik Totaliter Sistem politik totaliter memilii beberapa ciri-ciri antara lain sebagai berikut Tidak adanya persamaan serta kekebasan dapal berpolitik Semua memiliki kesamaan dalam hal ekonomi Sistem politik ini dalam hal kewenangannya yang memiliki sifat totaliter, serta memaksa Partai digunakan sebagai kontrol politik serta ekonomi masyarakat Ideologi dipandang sebagai agama politik Negara yang menggunakan sistem politik totaliter ini biasanya berbentuk rezim otokrasi pemerintahan dari segolongan kecil penguasa atau yang biasanya disebut oleh paham komunis atau fasis. Sistem politik ini gunakan oleh negara, seperti, Republik Rakyat China RRC, Korea Utara, Kuba, serta Vietnam. 3. Sistem Politik Otoriter. Sistem politik otoriter memiliki beberapa ciri, yaitu sebagai berikut Rakyat tidak diperbolehkan ikut dalam urusan politik Tidak diperbolehkannya adanya oposisi Tidak diperolehkannya untuk mengkritik pada pemerintahan Di dalam negara yang menggunakan sistem ini hanya menggunakan satu partai partai tunggal Sistem politik otoriter ini biasanya digunkan oleh negara yang menggunkan sistem kekerajaan, seperti Arab Saudi. 4. Sistem Politik Oligarki Sistem politik oligarki ialah sebuah sistem politik yang dilandaskan pada kekuasaan negara yang dipegang oleh beberapa orang golongan elit, dengan menggunkan cara apapun agar rakyat dapat mematuhi segala peraturan yang dibuat oleh pemerintah negara. Golongan elit disebut memanfaatkan negara hanya untuk mencapai tujuan mereka, sedangkan tujuan negara seperti kesejahteraan masyarakat, keadilan , kemerdekaan yang harusnya didapat tidak dapat terwujud. Baca juga Cara Memperoleh Menjadi WNI Menurut UU No. 12 Tahun 2006 Negara yang menganut sistem ini pada masadahulu adalah Yunani Kuno, namun pada masa sekarang biasanya digunakan oleh negara yang menganut komunis yang berada dibawah kendali anggota-anggota presidium, kemudian dituhaskan pada sekretaris jenderal serta wakil-wakilnya. 5. Sistem Politik Demokrasi Sistem politik dengan sistem demkrasi mempunyai beebrapa ciri yang perlu kita ketahui, antara lain sebagai berikut Dalam sistem ini setiap orang memiliki persamaan serta kebebasan dalam politik Tidak adanya jenjang-jenjang berdasarkan ekonomi Kewenangan berdasarkan hukum serta Undang-Undang yang berlaku Mampu bersatu walaupun terdapat perbedaan Dalam sistem ini kekuasaan merata dari seluruh lapisan masyarakat Demikian artikel pada kesempatan kali ini yaitu tentang macam-macam sistem poitik, baik menurut para ahli mapun secara umum. Apabila terdapat kesalahan, kekurangan, ataupun masukan silahkan beri komentar dibawah ini. Semoga bermanfaat. Originally posted 2018-05-25 155947.
Please Login To ContinueLesson 5 of 11 • 0 upvotes • 639minsAnnisa KhotmilLesson ini akan menjelaskan tentang sistem politik di suatu negara, yaitu otokrasi tradisional. Apakah sistem ini berpihak pada rakyat atau kelompok tertentu saja?Join to access 50,000+ free coursesCreate a free account and access courses, free classes & more+91We will send OTP for verificationCrack Ujian Tulis Berbasis Komputer with UnacademyGet subscription and access unlimited live and recorded courses from India's best educatorsStructured syllabusDaily live classesAsk doubtsTests & practiceMore from Annisa KhotmilSimilar Plus Courses
Sistem politik memiliki banyak macam, salah satunya adalah sistem politik oligarki. Sistem oligarki merupakan sistem politik yang pemerintahan dikendalikan oleh sebagian kecil elit masyarakat. Sering kita dengar beberapa komentar di media sosial pemerintahan oligarki, pemerintahan yang dikuasai oleh oligarki atau pemerintahan yang hanya menguntungkan oligarki. Tapi tahukah sebenarnya apa itu oligarki? Nah! kali ini mudabicara ingin mengulas lebih dalam tentang sistem politik oligarki, macam dan ciri-cirinya. Selengkapnya simak ulasan kami berikut ini BACA JUGA Sistem Politik Otokrasi, Pengertian, Faktor dan Ciri-cirinya Kata oligarki secara etimologi berasal dari bahasa Yunani olígos yang berarti sedikit dan arkho yang berarti mengatur atau memerintah. Secara terminologi oligarki berarti sedikit yang memerintah. Jeffrey A Winters mendefinisikan oligarki adalah sebagian kecil orang yang mengendalikan dan menguasai sebagian besar sumber daya materi guna meningkatkan serta mempertahankan kekayaan dan kekuasaannya. Lebih lanjut, ia mengatakan para oligarki ini memiliki daya kekuatan untuk mengendalikan modal yang dapat berguna meningkatkan kekayaan sekaligus mempertahankan status sosialnya. Sebenarnya para filsuf awal seperti Plato sebenarnya sudah membahas tentang Oligarki. Dalam bukunya yang berjudul Republic, Plato mengatakan pemerintahan oligarki adalah bentuk kemunduran dari pemerintahan aristokrasi. BACA JUGA Sistem Politik, Pengertian dan Macam-macamnya Pemerintahan aristokrasi meskipun dipimpin oleh sebagian elit kelompok namun mereka mendapat keistimewaan dan legitimasi masyarakat. Lain hal yang dengan oligarki, seorang oligarki akan memerintah demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Oligarki bisa masuk mengendalikan sistem politik seperti demokrasi, monarki bahkan teokrasi. Sebagaimana oligarki adalah bagian kecil kelompok yang saling terbaik baik berdasarkan ikatan keluarga, kekayaan, kekuatan militer, politik, agama sampai pada kepentingan modal bersama. Adanya aturan undang-undang atau konstitusi tak akan menghalangi kemungkinan oligarki bisa menyusup dan masuk dalam pemerintahan. Pada praktiknya sistem politik oligarki sama persis dengan sistem politik otokrasi. Yang membedakan sistem otokrasi melalui konsensus bersama atas dasar keistimewaan. Artinya sistem ini menghendaki kedaulatan negara sepenuhnya oleh satu atau segelintir orang. Pada tataran praktisnya sistem ini hampir sama dengan sistem politik otokrasi. Macam-Macam Oligarki Oligarki Panglima Warring Oligarchy Menurut Jeffrey A Winters Oligarki Panglima adalah situasi persaingan antar oligarki. Persaingan yang terjadi bersifat dinamis dan tak ada oligarki yang dominan dan berkuasa terus menerus. Konflik biasanya terjadi karena adanya perebutan sumber daya kekayaan, sumber daya kekuasaan. Para pendukung di bawah tidak memiliki identitas yang jelas sehingga konflik horizontal saling tumpang tindih. Pada faktanya bentuk konflik hanya terjadi diantara para panglima oligarki. BACA JUGA Sistem Politik Totaliter, Pengertian, Macam dan Ciri-Cirinya Para panglima oligarki saling adu kekuatan dan mencoba saling berebut kekuasaan. Hal ini yang mengakibatkan tak ada kekuasaan yang berjalan lama karena konflik akan terus terjadi. Salah satu contoh oligarki panglima adalah kekaisaran Jengis Khan. Jengis Khan selalu mencari penguasa lain ia taklukan. Artinya semakin luas wilayah kekuasaan maka pundi-pundi kekayaan akan bertambah. Contoh lain bisa dari Kesultanan Mamluk di Mesir dan Kekaisaran Byzantium. Oligarki Kolektif Ruling Oligarchy Oligarki kolektif adalah situasi pemerintahan yang kekuasaan didominasi oleh keluarga bangsawan. Situasi ini dapat kita temukan zaman Yunani-Romawi kuno. Mereka bersekongkol bersama untuk mengatur jalannya pemerintahan namun faktanya hanya kepentingan golongan yang menjadi konsen utama. Pada prinsipnya oligarki kolektif ini juga tidak stabil sebab konflik bisa terjadi antar oligarki sendiri. Kekuatan yang relatif sama baik kekayaan dan kekuasaan membuat konflik sering terjadi di tengah jalan. Sebagai contoh Thomas Shelby saat menjabat dewan kota Birmingham. Ia tidak mengijinkan pasar narkoba namun faktanya pasar opium menjadi bisnis utama keluarganya. BACA JUGA Sistem Politik Demokrasi Liberal, Pengertian, Macam dan Cirinya Apa yang terjadi? konflik antar oligarki tak terelekan dan korban sering berjatuhan demi mempertahankan kekuasaan dan bisnisnya. Oligarki Sultanistik Sultanistik Oligarchy Oligarki Sultanik adalah bentuk oligarki yang hanya dikuasai satu orang saja. Ia mampu memonopoli ekonomi, politik dan hukum. Segala bentuk kekuasaan harus sesuai dengan keinginannya secara pribadi. Penegak hukum dan hukum sendiri tak mampu menyentuh batas-batas kekuasaannya. Bentuk oligarki ini membentuk patron klien yang sangat kuat. Para oligarki lain hanya bisa mengikuti perintah demi aset mereka terjaga baik wilayah kekuasaan dan harta kekayaan. Contoh oligarki ini antara lain Pablo Escobar dan Muamar Khadafi. Oligarki Sipil Oligarki Sipil tidak jauh beda dengan oligarki sultanik. Para oligarki sipil ini adalah sosok politisi dan pengusaha individual. Namun mereka mampu mempertahankan kekayaan atas lembaga-lembaga yang diatur oleh hukum. Oligarki tidak berkuasa dan tidak bersenjata. Mereka memberikan keleluasaan kepada lembaga yang memiliki hukum guna melanggengkan kekayaan sekaligus memproteksinya. Beberapa contoh oligarki sipil seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, Schiff, Morgan, Bill Gates, Rockefeller, Rothschild, Warburg. BACA JUGA 10 Manfaat Belajar Politik Untuk Anak Muda Oligarki Jinak Dan Liar Oligarki jinak dan liar mengisyaratkan seberapa kuat peraturan dapat menjadi acuan. Bentuk oligarki ini berdasar pada sekuat apa sistem yang dibangun untuk dapat mengatur sekaligus mengendalikan para oligarki. Biasanya sistem menetapkan biaya-biaya pada perilaku sosial oligarki yang merugikan masyarakat. Ciri-Ciri Oligarki Setelah mengetahui macam-macam sistem politik oligarki, berikut kami jelaskan ciri-ciri sistem pemerintahan oligarki antara lain. Kelompok Kecil Yang Mengatur Kekuasaan. Dalam sistem politik oligarki kekuasaan hanya milik sebagian kecil kelompok elit. Kelompok kecil ini bisa berdasarkan kekayaan, militer, pendidikan dan keluarga. Biasanya mereka memiliki sumber daya baik kekayaan dan massa sehingga distribusi kepentingan mereka dapat berjalan secara maksimal dan terukur. Kesenjangan Ekonomi Dalam sistem politik oligarki ada kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat. Sumber-sumber ekonomi hanya milik sebagian kecil orang saja. Mereka memiliki sumber kapital hasil perselingkuhan dengan kekuasaan. Oleh karena itu, oligarki yang kaya akan semakin kaya. Parahnya para oligarki ini tidak segan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan sumber kekayaan mereka. BACA JUGA Mengenal Teori Perubahan Sosial Ibnu Khaldun Terlibat Dalam Pemerintahan Para oligarki selain orang-orang yang memiliki modal mereka juga memegang kekuasaan. Keterlibatan mereka dalam kekuasaan dan pemerintahan adalah salah satu jalan untuk melanggengkan kepentingan bersama. Dengan kepemilikan modal kekuasaan menjadi hal yang mudah mereka raih. Akhirnya kebijakan-kebijakn yang mereka keluarkan tidak lain hanya untuk kepentingan kelompok para oligarki sendiri. Keterlibatan Yang Mengikat Para oligarki yang memiliki sumber daya dan sumber dana tentu akan selalu terlibat dalam proses-proses politik. Entah keterlibatan secara langsung ataupun bayang-bayang. Keterlibatan mereka tidak lain adalah melanggengkan kepentingan. Artinya ketika kekuasaan berubah kepentingan mereka tidak terganggu dan tetap terakomodir. Begitulah sekilas ulasan mudabicara mengenai sistem politik oligarki, macam dan ciri-cirinya. Semoga dapat menjadi referensi bacaan untuk teman-teman yang sedang belajar ilmu politik. Post Views 352 Tulisan Terkait
Sistem politik otokrasi merupakan salah satu sistem politik yang ada di dunia. Sistem politik ini memiliki cara serta ciri yang berbeda dengan sistem politik lainnya. Banyak negara mengalami pasang surut dalam mengadopsi sistem-sistem politik. Tak jarang sebagian negara memutuskan untuk pindah sistem politik. Dulu memakai sistem politik otokrasi sekarang memakai sistem politik demokrasi. Nah! Lantas apa sebenarnya pengertian sistem politik otokrasi ini, apa saja macam dan ciri-cirinya serta negara mana saja yang menggunakan sistem tersebut. Selengkapnya simak ulasan berikut ini BACA JUGA Sistem Politik, Pengertian dan Macam-macamnya Kata otokrasi berasal dari bahasa Yunani oto yang berarti sendiri dan kratos yang berarti memiliki pemerintahan. Istilah otokrasi atau autokrator secara harfiah juga dapat berarti penguasa tunggal atau berkuasa sendiri. Secara tradisional sistem politik otokrasi memiliki beberapa karakter antara lain, sistem pemerintahanya sebagian bersifat konsensus dan pemerintahannya cenderung pribadi. Dalam proses kepemimpinannya sistem otokrasi hanya mendistribusikan perintah kepada sebagian kecil orang di bawahnya. Sebab biasanya pemimpin sistem otokrasi adalah seorang raja atau sultan. BACA JUGA Pengertian Sistem Pemerintahan, Macam dan Contohnya Akibatnya tidak ada peluang orang di luar kerajaan menggantikan titah raja karena sistem otokrasi berdasar tradisi. Pemimpin yang berhak menggantikan raja harus memiliki nasab keturunan dari raja terdahulu. Dalam konteks peraturan atau perundangan-undangan sistem politik ini hanya melibatkan sedikit elit. Peraturan hanya dibuat oleh sebagian kecil orang yang dekat dengan kekuasaan. Artinya usulan, kritik dan saran masyarakat tidak menjadi pertimbangan. Dari penjabaran di atas maka sistem politik otokrasi adalah sebuah sistem politik atau pemerintahan yang pemimpinnya seorang raja atau sultan dengan kekuasaan penuh tanpa masa jabatan. Dalam sistem politik ini pemimpin mengambil jarak dengan rakyatnya. Pemimpin harus tampil sempurna untuk menjaga kewibawaan sebab ia sebagai pemain tunggal. Konsekuensinya tentu masyarakat harus patuh dan tunduk sepenuhnya atas kehendaknya pemimpinya. Seorang Otokrat selalu mencoba mempengaruhi masyarakat secara penuh untuk mengikuti apa yang ia sedang cita-citakan. Rakyat mau tidak mau harus mengikuti perintah seorang otokrat tanpa boleh membantah. Membantah perintah sama saja memberontak dan siap dihukum. Kesetian dan loyalitas rakyat menjadi hal penting dalam sistem politik otokrasi ini. Rakyat harus siap dengan perintah pun dengan larangan seorang otokrat. BACA JUGA Sistem Politik Totaliter, Pengertian, Macam dan Ciri-Cirinya 5 Faktor Sistem Politik Otokrasi Ada lima faktor yang mempengaruhi sistem politik otokrasi antara lain, relasi kekuasaan, memiliki identitas bersama, kebaikan bersama, relasi hubungan ekonomi politik, dan relasi kekuasaan. Selengkapnya simak ulasan berikut ini. Relasi Kekuasaan Relasi kekuasaan dalam sistem otokrasi bersifat mutlak. Hal itu karena seorang raja memiliki peranan simbolis dan personifikasi identitas bersama. Kekuasaan hanya berkutat pada lingkaran kerajaan. Sistem otokrasi membuat pemerintahan cenderung negatif, pribadi dan bersifat konsensus. Meskipun faktanya praktik pemerintahan dilaksanakan para pejabat di bawah. Namun relasi kekuasaan seorang raja masih sangat kental. Bagaimana kualitas pribadi pribadi seorang pemimpin masih mewarnai cara dan corak praktek kepemimpinan. Memiliki Identitas Bersama Dalam sistem otokrasi faktor primordial menjadi alat persatuan masyarakat dalam politik. Faktor primordial bisa berupa ras, suku bangsa bahkan agama. Seorang pemimpin dalam sistem otokrasi menjadi lambang bersama baik berdasar ras, suku atau agama. Oleh sebab itu seorang pemimpin dalam sistem otokrasi harus memiliki keturunan yang bagus karena mereka adalah identitas bersama. BACA JUGA Sistem Politik Demokrasi Liberal, Pengertian, Macam dan Cirinya Kebaikan Bersama Kebaikan bersama di sini menyangkut beberapa hal yaitu kebebasan politik individu, persamaan, kebutuhan material dengan kebutuhan moril dan Individualisme dan kolektivisme. Dalam konteks persamaan sistem otokrasi hanya pada stratifikasi ekonomi. Sistem ini tidak mengakomodir persamaan hak dan derajat sesama rakyat. Di sisi lain, secara politik para pejabat memiliki kebebasan dan kehendak politik namun kebebasan politik individu nyaris tidak ada. Kolektivisme dalam sistem ini cenderung hanya berdasarkan kekerabatan tidak pada semangat individualisme. Penanaman nilai-nilai moral lebih menonjol dari pada semangat untuk memenuhi kebutuhan materil secara bersama. Rakyat dalam sistem ini tidak punya peluang untuk berkembang,ia akan tetap menjadi pekerja untuk para tuan-tuan kerajaan. Relasi Hubungan Ekonomi dan Politik Adanya ketimpangan politik dan ekonomi antara penguasa dan rakyat. Rakyat hanya diposisikan sebagai pembantu atau buruh yang hanya memiliki tenaga. Seluruh tanah menjadi ladang produksi penguasa baik ditingkatkan kerajaan maupun para pejabat bawahannya. Rakyat hanya bisa mengikuti aturan meski ekonomi mereka rapuh dan susah sebab mereka tak punya pilihan lain. Legitimasi Kewenangan Legitimasi kekuasaan dalam sistem ini diperoleh karena ia merupakan keturunan seorang raja terdahulu. Masyarakat menilai seorang raja adalah sosok yang sempurna baik secara moral dan moril. Artinya pemimpin dalam sistem ini memiliki kualitas pribadi yang tak dapat dibandingkan dengan yang lainya. BACA JUGA 10 Manfaat Belajar Politik Untuk Anak Muda Biasanya anak turun otokrat akan membuat rekayasa untuk terus mempertahankan legitimasinya baik melalui legenda, mitos bahkan simbol-simbol sosial tertentu. Ciri-Ciri Sistem Politik Otokrasi Sebagai sebuah sistem politik tentu sistem politik otokrasi memiliki beberapa ciri-ciri. Berikut adalah beberapa ciri-ciri sistem politik otokrasi yang perlu kalian ketahui Ada stratifikasi ekonomi, nilai dan moral Dalam sistem politik otokrasi ini terdapat perbedaan perlakuan secara ekonomi. Sumber daya ekonomi hanya dimiliki oleh penguasa sehingga rakyat hanya menjadi kelas pekerja. Seorang pemimpin meskipun melakukan kejahatan, ia akan tetap memiliki nilai dan moral yang baik hanya karena narasi ia penguasa. Kekuasaan Berdasar Pada Tradisi Dan Keturunan. Seorang pemimpin dalam sistem ini tidak dipilih oleh rakyat namun berdasarkan keturunan. Seorang anak raja ketika nanti bapaknya meninggal akan menjadi raja penerus. Pemilihan turun temurun berdasarkan tradisi serta keyakinan bersama. Anak turun selalu diyakini menjadi sosok yang ideal untuk melanjutkan pemerintahan selanjutnya. BACA JUGA 10 Manfaat Belajar Sosiologi Untuk Anak Muda Kebebasan Individu Terkekang Dalam sistem ini semangat kolektivisme tinggi namun dalam arti kolektivisme kekerabatan. Tata kelola masyarakat masih berdasarkan pada tingkatan-tingkatan baik secara jabatan politik maupun kekuatan finansial. Masyarakat atau pejabat bawahan raja harus patuh dan tunduk atas perintah raja. Kebebasan individu tidak menjadi prioritas namun lebih mementingkan kepentingan kelompok kecil kekuasaan. Pemimpin Bersifat Pribadi Seorang raja memiliki keputusan personal, ia tidak butuh pertimbangan dan masukan dalam mengambil keputusan. Meskipun ada pertimbangan sifatnya hanya nasehat. Keputusan mutlak tetap di tangan sang raja. Alhasil corak dan cara kepemimpinan dalam sistem ini tergantung pada kualitas pemikiran dan pribadi seorang raja. Ada Narasi Primordial Semangat kebersamaan dalam tata kelola pemerintahan masih berdasar pada semangat primordial. Pemimpin minimal harus memiliki suku bangsa, ras bahkan agama yang sama. Demikian ulasan mudabicara tentang sistem politik otokrasi. Semoga dapat menjadi bahan pembelajaran untuk teman-teman semua. Post Views 471 Tulisan Terkait
tuliskan ciri sistem politik otokrasi tradisional